5 Hal yang Harus Dibahas dengan Pasangan sebelum Punya Anak

A man walks his baby in a baby stroller at Humlegarden in Stockholm on September 24, 2020. - While France has just increased paternity leave to 28 days, in Sweden, a pioneer in gender equality, parents share 480 days off, which can be taken until the child's 12th birthday at 80% of the salary for the first 390 days and fathers have a minimum of three months, but only half of them take full advantage of it. (Photo by Jonathan NACKSTRAND / AFP) (Photo by JONATHAN NACKSTRAND/AFP via Getty Images)

 Menjadi orang tua adalah tanggung jawab serta komitmen yang harus Anda emban seumur hidup. Sayangnya, banyak orang yang sebenarnya tidak sanggup dengan komitmen tersebut, namun sudah terlanjur memiliki anak hanya karena tuntutan sosial atau menganggap bahwa hal itu sebagai sesuatu yang alamiah.

Karena itu, sebelum menyesal, pastikan Anda dan pasangan membahas 5 hal penting berikut sebelum memutuskan untuk memiliki anak.

1. Kesiapan mental

Siapkan mental artinya Anda sudah paham dengan segala konsekuensi dari menjadi orang tua. Anda mungkin akan kehilangan kebebasan, harus berkorban untuk anak, dan lain sebagainya.

Selain cinta kasih, anak membutuhkan rasa nyaman. Kalau orang tua tidak bisa memberikan rasa aman untuk dirinya sendiri, maka mereka tidak bisa memberikan rasa aman pada anaknya.

2. Kesiapan finansial

Kemampuan finansial keluarga juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Jangan terjebak dengan pepatah lama yang menyebut “Banyak anak, banyak rezeki.” Di dunia modern ini, Andalah yang harus memastikan rezeki untuk anak tersebut.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*