Cuan di Atas 6%, Beli SR018 Atau Deposito Bank Digital ya?

Ilustrasi investasi

Kinerja Indeks Harga Saham (IHSG) yang minus 3% sejak awal 2023 tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para investor. Namun jangan salah, masih ada instrumen investasi yang bisa memberikan keuntungan di atas 6% per tahun, dan salah satunya pun bebas dari risiko gagal bayar.

Sukuk Ritel 018 (SR018) tentu menjadi alternatif atau solusi bagi Anda yang ingin mencari instrumen investasi yang aman. SR018 itu sendiri memiliki dua jenis yang dibedakan dari tenornya, bila Anda memilih yang memiliki tenor tiga tahun maka imbal hasilnya 6,25% per tahun, namun untuk yang lima tahun, imbal hasilnya mencapai 6,40% per tahun.

Namun jangan salah, selain surat berharga negara syariah tersebut, masih banyak deposito bank digital yang memberikan bunga fantastis. Bahkan ada yang menawarkan bunga hingga 8% per tahun.

Selain sama-sama merupakan instrumen yang bisa memberikan penghasilan pasif dengan praktis, kedua instrumen ini memiliki risiko dan karakteristik yang berbeda-beda. Tertarik memilih salah satunya? Jangan buru-buru ketahuilah perbedaannya di ulasan ini.

Modal & imbal hasil sukuk ritel dijamin negara, deposito bank digital dijamin LPS?

Seperti diketahui, pokok investasi sekaligus imbal hasil dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), termasuk sukuk ritel dijamin oleh negara. Hal tersebut tercantum dalam UU no. 24 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.

Namun bukankah simpanan deposito juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)?

Jawabannya adalah, tergantung dengan berapa tingkat bunga yang ditawarkan oleh deposito tersebut. Jika deposito yang ditawarkan memiliki tingkat suku bunga dengan besaran di atas Tingkat Bunga Penjaminan LPS, maka simpanan tersebut tidak akan dijamin.

Adapun besaran Tingkat Bunga Penjaminan LPS untuk Bank Umum periode 1 Maret 2023 hingga 31 Mei 2023 adalah 4,25% (Rupiah) dan 2,25% (Valas).

Pajak final deposito lebih tinggi

Pajak final dari imbal hasil SR018 adalah 10% sedangkan pajak final dari bunga deposito adalah 20%. Hal ini tentunya akan sangat mempengaruhi besaran imbal hasil yang diterima oleh investor.

Modal awal deposito bank digital lebih kecil

Jika minimal investasi SBSN adalah Rp 1 juta, deposito bank digital bisa dimulai dengan uang Rp 100 ribu.

Sejatinya jumlah minimal investasi yang satu ini bukanlah suatu kelebihan yang signifikan lantaran kedua instrumen ini adalah instrumen yang proses investasinya dilakukan secara lumpsum atau sekali bayar, bukan secara berkala layaknya reksa dana.

Berinvestasi dengan modal kecil di SBSN maupun deposito bank digital tentu tidak akan memberikan keuntungan yang signifikan bagi keuangan Anda.

SR018 lebih likuid

Meski sama-sama merupakan instrumen pendapatan tetap, SR018 lebih likuid lantaran surat berharga yang satu ini bisa dijual di pasar sekunder.

Ketika Anda menjualnya, maka akan ada potensi capital gain yang bisa menambah keuntungan Anda. Namun sebaliknya, jika harga pasar SR018, Anda juga berpotensi mengalami capital loss.

Sementara itu apa kabar dengan deposito bank digital? Bukankah deposito bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?

Deposito bank digital memiliki fitur yang berbeda dengan deposito biasa dari bank umum. Deposito yang satu ini umumnya tidak bisa ditarik sebelum periode jatuh tempo, oleh karena itu bisa dikatakan bahwa SR018 jelas lebih likuid ketimbang deposito bank digital.

SR018 dikelola dengan prinsip syariah

Bagi Anda yang memang mencari instrumen investasi syariah, maka SR018 menjadi solusinya lantaran pengelolaan Surat Berharga Negara berbasis syariah sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional MUI (Fatwa no. 69/DSN-MUI/VI/2008). Sehingga, tidak ada unsur riba, maysir (judi), dan gharar (ketidakjelasan).

Sementara deposito bank digital merupakan produk keuangan bank konvensional pada umumnya, yang tentunya tidak dikelola sesuai prinsip syariah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*