Keras, Anya Dwinov Sebut Henry Surya ‘Omong Kosong’

Anya Dwinov (Dok: Ahsan/detikHOT)

Pengacara Henry Surya, Soesilo Aribowo mengatakan pengembalian kerugian anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya tetap berjalan sesuai homologasi. Sepengetahuannya, sebesar Rp300 miliar sampai Rp400 miliar telah dibayarkan lewat asset settlement, sejak Henry Surya diputus bebas.

Menanggapi hal ini, artis senior selaku salah satu korban KSP Indosurya Anya Dwinov mengaku mengatakan bahwa klaim itu ‘omong kosong’.

“Semua isi omongan HS soal homologasi itu adalah¬†extremely huge bullshit¬†alias omong kosong,” kata Anya saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (15/3/2023).

Artis sekaligus presenter itu mengatakan jika Henry memiliki niat menjalankan homologasi yang sudah ditetapkan Mahkamah Agung tahun 2020 silam, seharusnya ia sudah terima Rp43.250.000 dikali 13 kali tahap pembayaran, yakni totalnya Rp562.250.000. Tetapi sampai saat ini, Anya hanya menerima Rp2,9 juta.

Ia mengatakan bahwa mungkin saja pembayaran telah diterima anggota korban lain disebutnya ‘support’ Henry Surya dan mendatangi konferensi persnya 17 Februari 2023 lalu.

“Tapi tidak ke saya. Di saya masih nihil! Big zero!” ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan soal skema pembayaran lewat cara asset settlement itu masih menggunakan skema top up 1:1 yang ditawarkan kepadanya tahun 2020 silam. Pada saat itu, Anya ditawarkan top up Rp5 miliar lagi untuk ditukar dengan aset dia yang dia klaim bernilai Rp10 miliar.

“Saya keliling ke BSD, Gading Serpong, PIK, Pluit. Namun kenyataannya aset-aset itu, nilai opening dari agen propertinya saja, yang berarti masih harga nego banget, hanya Rp6 sampai 7 miliar,” pungkas Anya.

“Gila lah! Dah makan uang saya Rp5 miliar. Maksa saya ambil properti/aset yang bukan keinginan saya. Eh saya masih mau dimakan lagi. Mau dikadalin lagi”.

Sementara itu, Bareskrim Polri telah menetapkan Henry Surya kembali menjadi tersangka atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pemalsuan dokumen kasus KSP Indosurya. Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto membenarkan hal ini pada Rabu (15/3/2023).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*