Krisis Bank AS: Misi Sulit Selamatkan First Republic

SAN FRANCISCO, CALIFORNIA - MARCH 16: A pedestrian walks by a First Republic Bank office on March 16, 2023 in San Francisco, California. A week after Silicon Valley Bank and Signature Bank failed, First Republic Bank is considering a sale following a dramatic 60 percent drop in its stock price over the past week. The bank also received $70 billion in emergency loans from JP Morgan Chase and the Federal Reserve.   Justin Sullivan/Getty Images/AFP (Photo by JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

– Kondisi First Republic Bank telah menjadi momok bagi investor. Hal ini terlihat dari jatuhnya harga saham lembaga keuangan itu secara signifikan.

Reuters melaporkan bahwa perdagangan saham First Republic dihentikan beberapa kali. Saham terakhir turun hampir 30% pada US$ 5,66 per lembar.

Ini diakibatkan oleh masalah keuangan yang mendera perusahaan itu. Pada Senin, (24/4/2023), First Republic Bank melaporkan arus keluar lebih dari US$ 100 miliar (Rp 1.490 triliun) dalam deposito pada kuartal pertama.

Nilai pasarnya jatuh di bawah US$ 1 miliar untuk pertama kalinya pada Rabu setelah sebuah laporan mengatakan pemerintah AS tidak mau campur tangan dalam proses penyelamatan. Ini kemudian memukul saham lembaga pemberi pinjaman itu.

“Pejabat senior sedang mempertimbangkan apakah akan menurunkan peringkat kondisi perusahaan mereka, termasuk apa yang disebut peringkat Camels. Ini kemungkinan akan membatasi penggunaan fasilitas diskonto Fed dan fasilitas darurat yang diluncurkan bulan lalu,” ujar salah seorang sumber, dikutip Kamis (27/4/2023).

Bank-bank Wall Street sendiri telah mencoba mencari opsi untuk First Republic sejak 11 lembaga perbankan untuk sementara menyetor US$ 30 miliar di First Republic pada 16 Maret di puncak krisis perbankan.

“Salah satu ide yang diajukan oleh JPMorgan dan dipertimbangkan secara singkat adalah kemungkinan membentuk konsorsium untuk membeli First Republic saat mereka mempelajari opsi untuk menyelamatkan pemberi pinjaman regional, tetapi ide tersebut tidak mendapatkan daya tarik,” kata dua sumber.

“Dalam beberapa hari terakhir, penasihat First Republic telah mendekati setidaknya empat bank dari 11 pemberi pinjaman dengan proposal untuk membeli beberapa aset bank, kata sumber tersebut. Tiga dari mereka mengatakan mereka tidak melihat jalan ke depan tanpa dukungan pemerintah.”

Analis telah menyoroti hambatan-hambatan yang dapat mempersulit upaya penyelamatan bagi First Republic. Salah satunya adalah penjualan aset yang dirasa membutuhkan waktu dan juga kenaikan suku bunga.

“Aset (First Republic) akan dijual, tetapi mungkin membutuhkan waktu dan dapat dijual dengan diskon yang cukup besar,” kata David Wagner, manajer portofolio di Aptus Capital Advisors.

“Itu (First Republic) adalah aset bagus, hanya suku bunga buruk,” timpal Christopher Wolfe, kepala riset bank Amerika Utara di Fitch Ratings.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*