SOSOK Hillary Brigitta Lasut Masuk 10 Besar Caleg DPR dengan Perolehan Suara Tertinggi se Indonesia

Sosok Hillary Brigitta Lasut yang masuk dalam 10 besar caleg DPR RI yang untuk sementara ini memperoleh suara tertinggi se Indonesia.

Hal itu terpantau dari real count Sirekap KPU Senin (26/2/2024).

Berdasarkan data real count KPU, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menjadi caleg DPR yang meraih suara terbanyak yaitu sejumlah 250.521.

Adapun Ibas mencalonkan diri di dapil Jawa Timur VII. Putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengungguli Puan Maharani yang meraup 187.102 suara di dapil Jawa Tengah V.

Raihan suara Puan pun disusul caleg bernama Hillary Brigitta Lasut yang mencalonkan diri di dapil Sulawesi Utara lewat Partai Demokrat.

Mantan kader Partai NasDem itu meraup 167.304 suara dan berpotensi lolos ke Senayan pada Pileg 2024 ini.

Sementara di peringkat keempat ada Faisol Riza yang merupakan caleg petahana dari PKB dapil Jawa Timur II dengan raihan 162.893 suara.

Selengkapnya 10 besar caleg DPR RI yang meraih suara terbanyak se-Indonesia per Senin (26/2/2024):

1. Edhie Baskoro Yudhoyono (caleg Demokrat dapil Jawa Timur VII, data masuk 81,66 persen): 250.638 suara

2. Puan Maharani (caleg PDIP dapil Jawa Tengah V, data masuk 80,99 persen): 187.102 suara

3. Hillary Brigitta Lasut (caleg Demokrat dapil Sulawesi Utara, data masuk 69,55 persen): 168.239 suara

4. Faisol Reza (caleg PKB dapil Jawa Timur II, data masuk 88,07 persen): 162.888 suara

5. Haeny Widyastuti (caleg Golkar dapil Jawa Timur IX, data masuk 85,67 persen): 145.046 suara

6. Sarmuji (caleg Golkar dapil Jawa Timur VI, data masuk 85,59 persen): 143.901 suara

7. Pulung Agustanto (caleg PDIP dapil Jawa Timur VI, data masuk 85,59 persen): 135.735 suara

8. Rachmat Gobel (caleg NasDem dapil Gorontalo, data masuk 75,98 persen): 128.134 suara

9. Mochamad Herviano Widyatama (caleg PDIP dapil Jawa Tengah I, data masuk 69,88 persen): 126.552 suara

10. Ade Ginanjar (caleg Golkar dapil Jawa Barat XI, data masuk 78,44 persen): 126.457 suara

Sosok Hillary Brigitta Lasut pernah menjadi perbincangan karena melaporkan komika Mamat Alkatiri ke Polda Metro Jaya.

Anggota DPR RI yang saat itu masih di Fraksi NasDem merasa tidak senang dengan panggung Mamat Alkatiri yang meroasting dirinya.

Hillary Brigita merupakan anggota DPR RI termuda saat itu. Perempuan yang memiliki nama asli Hillary Briggita Lasut ini dikenal sebagai anggota DPR termuda pada periode 2019-2024.

Hillary Brigitta merupakan politisi Partai NasDem dan anak dari Bupati Kepulauan Talaud, Elly Engelbert Lasut.

Dikutip dari laman resmi DPR RI, Brigitta Lasut lahir di Manado pada 22 Mei 1996 dan menempuh pendidikan S-1 bidang hukum di Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 2014 hingga 2018.

Ia kemudian melanjutkan studi di bidang yang sama di Washington School of Law pada 2018.

Tercatat, Brigitta pernah bekerja di Lippo Mall Puri sebagai arta officer pada 2018. Ia juga sempat menjadi operasional direktur di CV Mutiara Sakti pada 2019.

Kemudian pada 2019, ia mencalonkan diri menjadi caleg termuda yang bertarung memperebutkan enam kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Utara.

Pada pemilihan tersebut ia berhasil memperoleh suara sebanyak 70.345.

Hillary kemudian terpilih dan masuk ke Komisi III DPR RI membidangi hukum, HAM, dan keamanan untuk periode 2019-2024.

Hillary Brigitta Lasut digantikan Kamran Muchtar Podomi Fraksi NasDem dari daerah pemilihan Sulawesi Utara karena pindah partai ke Demokrat.

Hillary Brigitta Lasut, mantan Anggota DPR RI periode 2019-2024.

Kelahiran: 22 Mei 1996 (usia 27 tahun), Kota Manado, Sulawesi Utara.

Orang tua: Elly Engelbert Lasut, Telly Tjanggulung

Dari NasDem pindah ke Partai Demokrat.

Hillary Brigitta Lasut sering menimbulkan kontrioversi. Ia terkenal dengan pernyataannya yang memancing amarah netizen. Apa saja?

Konflik antara Brigitta dengan Mamat Alkatiri bermula dari sebuah diskusi politik yang digelar di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022) silam.

Dalam acara tersebut, Brigitta dan sejumlah politisi hadir sebagai narasumber.

Setelah para narasumber menyampaikan paparan, Mamat Alkatiri tampil stand-up comedy. Dalam aksinya, Mamat me-roasting para narasumber, tak terkecuali Brigitta.

Ketika itu, Brigitta sudah meninggalkan lokasi acara lantaran mengaku harus menghadiri agenda lainnya. Dalam potongan video yang diunggah Brigitta di akun Instagram resminya, @hillarybrigitta, Mamat sempat menyinggung pernyataan Brigitta soal anak muda yang berpolitik. Komika itu juga menyoal orangtua Brigitta dan beberapa kali melontarkan kata kasar.

Kasus Roasting Dua hari setelah acara, tepatnya Senin (3/10/2022), Brigitta melaporkan Mamat ke Polda Metro Jaya. Dengan menggunakan Pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dia menuding Mamat melakukan pencemaran nama baik. “Iya benar komedian atas nama Mamat Alkatiri dilaporkan ke Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan saat dikonfirmasi, Selasa (4/10/2022).

Anggota Fraksi Nasdem itu menyayangkan tindakan Mamat yang menurutnya merupakan bentuk perundungan berbalut komedi. Brigitta menyebut, Mamat tidak mendengarkan dirinya saat menyampaikan paparan. Namun, tiba-tiba tampil merundungnya dan menggunakan kata-kata kasar.

“Saya melapor karena dia (Mamat) tiba-tiba mem-bully dan memaki di belakang,” kata Brigitta kepada Kompas.com, Selasa (4/10/2022).

Brigitta juga menyayangkan Mamat yang tidak minta maaf kepadanya setelah tampil me-roasting.

Anggota Komisi I DPR itu mengaku paham bahwa setiap orang punya kebebasan berbicara. Namun, dalam hal ini, menurutnya Mamat telah melakukan pencemaran nama baik.

Oleh karenanya, Brigitta tak ambil pusing atas tudingan sejumlah pihak yang menyebutnya terbawa perasaan alias baper karena materi roasting Mamat. “Ini Indonesia, negara hukum, bukan negara bercanda atau komedi di mana semua orang boleh bebas melakukan tindak pidana atas nama komedi dan bercanda,” kata Brigitta.

“Saya memang digaji rakyat, pembantu rakyat. Kita hidup di Indonesia. Pembantu rumah tangga digaji memang sama majikannya, tapi bukan berarti boleh diinjak-injak, dimaki-maki dan di-bully bahkan sampai difitnah,” tutur putri Bupati Kepulauan Talaud itu.

2. Demo kurang relevan

Medio Juni lalu, pernyataan Brigitta soal demonstrasi juga menuai pro dan kontra. Politisi muda itu menilai, aksi penyampaian pendapat dengan cara turun ke jalan kini sudah tidak terlalu relevan untuk menciptakan perubahan politik.

Sebabnya, masyarakat sudah banyak melempar kritik melalui media sosial.

“Sekarang kita hanya perlu sambil rebahan pakai media sosial, itu ketar-ketir semua ‘yang di atas-atas’. Jadi, demonstrasi online sangat disarankan,” katanya dalam program Gaspol Kompas.com, Selasa (21/6/2022).

Brigitta pun tidak menyarankan para mahasiswa untuk melakukan demonstrasi di jalan.

Menurutnya, unjuk rasa secara daring memiliki efektivitas yang setara. Malah, kritik di media sosial tidak membawa dampak buruk di lapangan, seperti jatuhnya korban atau rusaknya fasilitas umum.

Menurut Brigitta, isu-isu penting yang viral di media sosial bahkan bisa menjadi senjata para politikus muda untuk membahasnya dalam rapat-rapat parlemen. Dengan demikian, secara tidak langsung publik menyumbangkan pikiran mereka ke wakil rakyat.

“Dengan mengandalkan kekuatan netizen, kita bisa memaksa rekan-rekan yang lain. Karena kan mereka tidak ingin di-bully karena berjalan tidak sesuai kehendak masyarakat,” ujar Brigitta.

3. Karantina Wisma Atlet

Akhir 2021, nama Brigitta juga sempat menuai sorotan karena menyebut bahwa anggota DPR tidak seharusnya menjalani karantina di Wisma Atlet. Saat itu, pandemi Covid-19 sedang melonjak tinggi.

Masyarakat yang baru tiba di Indonesia setelah bepergian dari luar negeri diwajibkan melakukan karantina. Menurut Brigitta, anggota DPR seharusnya diperbolehkan karantina mandiri di rumah, seperti halnya presiden.

“Dilihat dari sudut pandang hukum, DPR itu setara presiden kalau dalam pembagian kekuasaan, tidak masuk akal dan tidak etis kalau presiden karantina di Istana Bogor terus DPR RI karantina di Wisma Atlet,” kata Brigitta dalam keterangan tertulis, Senin (13/12/2021).

Brigitta saat itu mengaku khawatir jika DPR tidak boleh melakukan karantina mandiri maka dapat mendiskreditkan kesetaraan lembaga.

Sementara, menurutnya, tidak mungkin jika presiden, anggota dewan, maupun jajaran lembaga yudikatif tidak melakukan karantina mandiri karena mereka tetap harus melakukan tugas negara.

“Selain menyulitkan tugas penyelenggaraan suatu negara, secara keamanan tidak dapat dijamin, khususnya untuk presiden,” ujar dia.

4. Minta ajudan

Brigitta juga pernah dikritik usai mengirimkan surat kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) waktu dijabat Dudung Abdurachman untuk meminta ajudan atau bantuan pengamanan dari TNI.

Sebab, menurutnya, pekerjaannya sebagai wakil rakyat tak lepas dari ancaman karena harus mengutarakan pendapat dan suara rakyat yang terkadang berbeda dengan kepentingan sebagian golongan.

Agar tak jadi beban negara, Brigitta saat itu mengaku siap menanggung biaya personel TNI yang ditugaskan menjadi ajudannya. Namun, setelah terungkap ke publik, permintaan Brigitta itu langsung menuai kritik.

Tak lama, dia kembali mengirim surat ke KSAD untuk membatalkan permohonan bantuan pengamanan dari TNI AD. Brigitta jugamenyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang dia munculkan.

“Kami memohon maaf dan semoga hal tersebut tidak menjadi hal yang dapat mengganggu kerja sama yang baik selama ini antara TNI AD dan Komisi I PR RI khususnya dengan kelompok Fraksi Partai Nasdem,” tulis Brigitta dalam surat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*