Tok! Pemerintah AS Tak Akan Bailout Bank Raksasa SVB

SVB

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menegaskan tidak ada opsi bailout dalam upaya menyelamatkan Silicon Valley Bank (SVB).

Yellen mengatakan pemerintah dan otoritas keuangan kini tengah menyiapkan sejumlah upaya penyelamatan SVB, termasuk dengan mencari investor baru ataupun menjual aset mereka. Namun, bailout bukan opsi.

Yellen menggelar rapat mendadak pada akhir pekan lalu, setelah SVB kolaps pada Jumat (10/3/2023).

Bank yang berdiri pada 1983 tersebut kolaps hanya 48 jam setelah berencana mengumpulkan dana sebesar US$ 2,25 miliar untuk menambah suntikan modal.

“Selama Krisis Keuangan, ada banyak investor dan pemilik dari bank besar yang dibailout. Reformasi sudah dilakukan dan berjalan pada tempatnya. Kami tegasan jika kami tidak akan melakukan bailout lagi,” tutur Yellen, berbicara dalam program “Face the Nation” CBS, dikutip dari CNBC International.

Yellen mengatakan sistem perbankan saat ini sudah tangguh untuk menghadapi krisis seperti SVB.

“Sistem perbankan Amerika sudah sangat aman dan memiliki cukup modal. Sistem sudah tangguh,” imbuhnya.

Dia menambahkan fokus pemerintah dan otoritas lain saat ini adalah memenuhi hak-hak nasabah.

“Kami akan fokus kepada nasabah dan pada upaya untuk memenuhi hak dan kebutuhan mereka,” ucap Yellen.

Sebagai catatan, pada Krisis Keuangan 2008/2009, kongres AS mensyahkan aturan Emergency Economic Stabilization Act of 2008. Aturan tersebut mengizinkan otoritas keuangan untuk melakukan bailout sebesar US$ 700 miliar kepada bank-bank yang bermasalah.

SVB ditutup pada Jumat pekan lalu dan kini tengah dalam pengawasan kurator. Bank yang banyak membiayai dan menyimpan dana startup serta venture capital tersebut memiliki aset senilai US$ 209 miliar atau sekitar Rp3.228,1 triliun.

Mereka juga memiliki simpanan nasabah sekitar US$175,4 miliar atau sekitar Rp 2.709,1 triliun per akhir 2022. Dengan aset sebesar itu, SVB merupakan bank dengan aset terbesar ke-16 di AS.

Limbungnya SVB diperparah dengan banyaknya nasabah dan investor yang menarik dananya. Hingga Kamis (9/3/2023), penarikan modal dari SVB menembus US$ 42 miliar atau Rp 648,69 triliun.

Dalam aturan Lembaga Penjamin Simpanan AS (FDIC), simpanan yang dijamin mereka hanya US$ 250.000 atau sekitar Rp 3,86 miliar.

Data FDIC memperkirakan 89% dari simpanan SVB tidak bisa dijamin karena sebagian besar dari mereka adalah kalangan bisnis yang menaruh dana dalam jumlah besar.

Menyusul krisis SVB, Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga sudah turun tangan dengan berbicara bersama Gubernur California Gavin Newsom pada  Sabtu (11/3).

Pihak gedung putih mengabarkan, dalam perbincangannya, mereka banyak membahas terkait kegagalan Silicon Valley Bank dan upaya untuk mengatasi situasi tersebut.

“Presiden dan Gubernur berbicara tentang Silicon Valley Bank dan upaya untuk mengatasi situasi tersebut,” kata pernyataan itu tanpa menjelaskan lebih lanjut, dikutip dari Reuters, Minggu (12/3/2023).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*